TUHAN Sudah Sangat Populer
Nama-Nya dihafal Luar Kepala
Sehingga Amat Jarang ada
Orang yg Sungguh-Sungguh
Mengingat-Nya
TUHAN Sudah Sangat Populer
Seperti Matahari tak Pernah tak
Bercahaya Sehingga Hanya Kadang-adang Saja Orang Menyadari ada Peran-Nya
TUHAN Sudah Sangat Populer
Baik diKota Maupun diDesa
Kalau Terasa tak ada,Orang Menanyakan-Nya Ketika Jelas ada,ada Orang Melupakan-Nya
Di kalangan kaum Beragama
Juga Pada Orang yg Mengakui-Nya
TUHAN diLibatkan dgn amat Riuhnya Untuk diRindukan Maupun untuk diHina
TUHAN Menandakan diri di Jalanan
Memasuki Rumah-Rumah Bahkan Memasuki Setiap Jiwa Menyemayami Hati dan Bawah Sadar Manusia
TUHAN yg Sebenar-Benarnya Ia
Disebut ALLOH Subhanahuwata’ala
Maha dzat tak TerRumuskan Segala Kata Luput dari Setiap Genggaman Makna
Tetapi TUHAN yg diPikir-Pikirkan Orang yg diOmongkan dan diTeriakkan Bermacam-macam Bentuknya Membuat Para Ulama Ngambek diantara Mereka
Demikian itu Karena Orang Terbiasa
Malas Menempuh Perjalanan Sejati
Mengasuh Mutiara Rohani
Merdeka dari Ego Kecil diri Pribadi
Terkadang Orang Pikir TUHAN adalah Pegawai Disuruh-suruh Mengabulkan doa-doa pamrih Pribadi yg diUcapkan dgn Mulut
Pedagang Menagih Janji
Saat dan Bentuk Kabulnya diBatasi
TUHAN diBerhalakan,diGambar dengan Gagasan-Gagasan
Kalau Tetangganya Membuat Patung
Tuhan yg Berlainan
Bertengkar Mereka Saling MengKafirkan
Orang Bikin TUHAN-TUHANan
Bagai Robot diGerakkan ke Kiri ke Kanan Tombol diTekan,Program Harus diLaksanakan Kalau Robot Macet,Ia tak diPercaya dan
diCampak kan
Orang Dungu dan Orang Pandai
Mengarang TUHAN nya Sendiri-Sendiri Diramu Berdasar Sangka'an dan Keinginan yg tak diuji Dan tak dijernihkan
Ramuan TUHAN-TUHANan diJadikan
Gincu Dioleskan di Bibir Dijajakan Kesana Kemari Agar Laris Dagangan Duniawi
TUHAN diJadikan Suku Cadang
Untuk Membuat Peluru dan Senapan DiBubuhkan Namanya diSurat-Surat Keputusan
Dikurung dalam Kandang-Kandang
Kambing-Kambing Hitam
Orang Lain BerTekun-Tekun Sembahyang Sambil Merendahkan Orang Lain dan Menajiskan
TUHAN diMonopoli Diakui Sebagai Miliknya Sendiri Orang yg Sembahyangnya Gagal Sembahyang
Tak Menemu Kesejatian
Orang yg Sembahyangnya Berhala
Syari’at-lah TUHAN nya yg Bukan TUHAN di TUHAN kan,yg TUHAN tak diJadikan Sesembahan
Orang Mabuk diPutaran Gelombang
Terseret dari Salah Paham ke Salah-
Paham
Kekuasaan dan KeMegahan Uang dan Segala Bentuk Kekerdilan Berfungsi TUHAN Karena dinomor Satukan
TUHAN diSederhanakan Menjadi Kayu Pagar Berbaris Terbuntu Jalanan Ke Cakrawala Langit diTutupi Awan Jelaga
Jiwa Lapar Umat Dicekoki Penafsiran Dusta,Hati mereka yang Dahaga Dijawab dgn Paham Syari’at yg BUTA
Sampai Tiba Suatu Hari Engkau diTanya Oleh dirimu Sendiri...Siapakah TUHAN Hidupmu,ya Shahibi???
Kau jawab : Umara dan Ulama,Tak Ragu Lagi
TUHAN Sudah Sangat Populer
Sudah dijadikan Komoditas yg Amat
Sekuler...diIklankan dgn Indahnya Disebut dan diManfaatkan diMana-Mana
TUHAN yg Sebenarnya
Mahasuci Ia Dari Ludah Segala jenis Fir’aun yg Merasuki Tulang Sungsum
Emha Ainun Najib

Tidak ada komentar:
Posting Komentar