Powered By Blogger

Kamis, 02 Agustus 2012

TUHAN Sudah Sangat Populer

TUHAN Sudah Sangat Populer
Nama-Nya dihafal Luar Kepala
Sehingga Amat Jarang ada
Orang yg Sungguh-Sungguh
Mengingat-Nya

TUHAN Sudah Sangat Populer
Seperti Matahari tak Pernah tak
Bercahaya Sehingga Hanya Kadang-adang Saja Orang Menyadari ada Peran-Nya

TUHAN Sudah Sangat Populer
Baik diKota Maupun diDesa
Kalau Terasa tak ada,Orang Menanyakan-Nya Ketika Jelas ada,ada Orang Melupakan-Nya
Di kalangan kaum Beragama
Juga Pada Orang yg Mengakui-Nya

TUHAN diLibatkan dgn amat Riuhnya Untuk diRindukan Maupun untuk diHina

TUHAN Menandakan diri di Jalanan
Memasuki Rumah-Rumah Bahkan Memasuki Setiap Jiwa Menyemayami Hati dan Bawah Sadar Manusia

TUHAN yg Sebenar-Benarnya Ia
Disebut ALLOH Subhanahuwata’ala
Maha dzat tak TerRumuskan Segala Kata Luput dari Setiap Genggaman Makna

Tetapi TUHAN yg diPikir-Pikirkan Orang yg diOmongkan dan diTeriakkan Bermacam-macam Bentuknya Membuat Para Ulama Ngambek diantara Mereka

Demikian itu Karena Orang Terbiasa
Malas Menempuh Perjalanan Sejati
Mengasuh Mutiara Rohani
Merdeka dari Ego Kecil diri Pribadi

Terkadang Orang Pikir TUHAN adalah Pegawai Disuruh-suruh Mengabulkan doa-doa pamrih Pribadi yg diUcapkan dgn Mulut
Pedagang Menagih Janji
Saat dan Bentuk Kabulnya diBatasi

TUHAN diBerhalakan,diGambar dengan Gagasan-Gagasan
Kalau Tetangganya Membuat Patung
Tuhan yg Berlainan
Bertengkar Mereka Saling MengKafirkan

Orang Bikin TUHAN-TUHANan
Bagai Robot diGerakkan ke Kiri ke Kanan Tombol diTekan,Program Harus diLaksanakan Kalau Robot Macet,Ia tak diPercaya dan
diCampak kan

Orang Dungu dan Orang Pandai
Mengarang TUHAN nya Sendiri-Sendiri Diramu Berdasar Sangka'an dan Keinginan yg tak diuji Dan tak dijernihkan

Ramuan TUHAN-TUHANan diJadikan
Gincu Dioleskan di Bibir Dijajakan Kesana Kemari Agar Laris Dagangan Duniawi

TUHAN diJadikan Suku Cadang
Untuk Membuat Peluru dan Senapan DiBubuhkan Namanya diSurat-Surat Keputusan
Dikurung dalam Kandang-Kandang
Kambing-Kambing Hitam
Orang Lain BerTekun-Tekun Sembahyang Sambil Merendahkan Orang Lain dan Menajiskan

TUHAN diMonopoli Diakui Sebagai Miliknya Sendiri Orang yg Sembahyangnya Gagal Sembahyang
Tak Menemu Kesejatian

Orang yg Sembahyangnya Berhala
Syari’at-lah TUHAN nya yg Bukan TUHAN di TUHAN kan,yg TUHAN tak diJadikan Sesembahan

Orang Mabuk diPutaran Gelombang
Terseret dari Salah Paham ke Salah-
Paham

Kekuasaan dan KeMegahan Uang dan Segala Bentuk Kekerdilan Berfungsi TUHAN Karena dinomor Satukan

TUHAN diSederhanakan Menjadi Kayu Pagar Berbaris Terbuntu Jalanan Ke Cakrawala Langit diTutupi Awan Jelaga

Jiwa Lapar Umat Dicekoki Penafsiran Dusta,Hati mereka yang Dahaga Dijawab dgn Paham Syari’at yg BUTA

Sampai Tiba Suatu Hari Engkau diTanya Oleh dirimu Sendiri...Siapakah TUHAN Hidupmu,ya Shahibi???
Kau jawab : Umara dan Ulama,Tak Ragu Lagi

TUHAN Sudah Sangat Populer
Sudah dijadikan Komoditas yg Amat
Sekuler...diIklankan dgn Indahnya Disebut dan diManfaatkan diMana-Mana

TUHAN yg Sebenarnya
Mahasuci Ia Dari Ludah Segala jenis Fir’aun yg Merasuki Tulang Sungsum

Emha Ainun Najib